Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Teknologi Jepang: Kilauan Mori Tower Jakarta

Featured Image

Mori Tower: Ikon Arsitektur Jakarta yang Memadukan Teknologi dan Keberlanjutan

Sebelum Autograph Tower menjadi gedung tertinggi di Jakarta, kota ini telah memiliki sebuah mahakarya arsitektur yang menawan: Mori Tower. Gedung perkantoran megah ini bukan sekadar menambah deretan gedung pencakar langit di ibu kota, tetapi juga menjadi perwujudan standar kualitas tinggi yang didukung oleh teknologi canggih dan keahlian desain asal Jepang.

Terletak strategis di jantung distrik bisnis utama, tepatnya di Jalan Sudirman, Mori Tower dirancang untuk menjadi ikon baru Jakarta. Gedung ini merupakan hasil kolaborasi antara pengembang properti raksasa asal Jepang, Mori Building Co., dengan firma desain global terkemuka, Kohn Pedersen Fox Associates (KPF) yang berbasis di New York. KPF bukanlah nama baru dalam proyek-proyek Mori Building; mereka sebelumnya telah bekerja sama dalam pembangunan Roppongi Hills Mori Tower di Tokyo dan Shanghai World Financial Center.

Menara setinggi 266 meter ini memiliki 58 lantai dengan total luas lantai 184.230 meter persegi. Salah satu ciri khasnya adalah luas lantai kantor yang sangat besar, menjadikannya salah satu yang terbesar di Jakarta, yaitu sekitar 2.300 meter persegi untuk setiap area sewa standar, dengan total 88.700 meter persegi.

Dengan ketinggian plafon tiga meter dan denah bebas kolom selebar 18,5 meter dari inti hingga jendela, Mori Tower menawarkan tata letak terbuka yang mewah. Desain ini dirancang untuk mengakomodasi berbagai gaya kerja dan kebutuhan perusahaan global, memberikan fleksibilitas optimal bagi para penyewa.

Standar Kesehatan dan Lingkungan yang Tinggi

Mori Tower mencatatkan sejarah sebagai gedung pertama di Indonesia yang menerima pengakuan tertinggi untuk standar kesehatan dan lingkungan. Mori Building menjadi perusahaan pertama di Indonesia yang menerima sertifikasi WELL Core "Platinum" tertinggi untuk area umum di zona perkantoran dan komersial.

WELL Building Standard (WELL) adalah sistem peringkat berbasis kinerja pertama di dunia yang mengukur, mensertifikasi, dan memantau fitur lingkungan binaan yang memengaruhi kesehatan dan kesejahteraan manusia. Sertifikasi ini mengakui penggunaan filter pendingin udara berkinerja tinggi untuk meningkatkan kualitas udara di dalam gedung, menempatkan kesehatan pekerja dan penghuni sebagai prioritas utama.

Selain itu, Mori Tower juga menerima sertifikasi Green Mark Platinum dari Building and Construction Authority (BCA) Singapura. Program sertifikasi green building ini, yang memenuhi kebutuhan iklim tropis dan subtropis Asia Tenggara, memberikan perhatian khusus pada kinerja konsumsi energi. Mori Tower sangat dihargai atas efisiensi energinya, berkat penggunaan material eksterior dengan sifat insulasi termal dan perisai panas yang tinggi, serta penerapan peralatan hemat energi tingkat tinggi.

Pengakuan ganda ini menegaskan komitmen Mori Tower terhadap keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan penghuninya, menjadikannya model bagi pengembangan properti di masa depan.

Fasilitas Premium yang Memanjakan

Lokasi Mori Tower di Jalan Sudirman menempatkannya di salah satu titik kumpul paling populer di Jakarta, tempat orang-orang berkumpul pada akhir pekan untuk bersepeda dan jogging di jalan bebas kendaraan. Untuk melengkapi pengalaman ini, gedung ini menyediakan fasilitas premium di Lantai 13 dan 14 yang menawarkan pengalaman bersantap yang istimewa bagi penghuni dan pengunjung. Lantai 13 juga akan menampilkan teras outdoor yang tenang, dipercantik dengan tanaman hijau dan lanskap air, menciptakan oase relaksasi di tengah hiruk pikuk kota.

Ketahanan Terhadap Bencana: Prioritas Utama

Salah satu keunggulan krusial Mori Tower adalah komitmennya terhadap perencanaan keberlanjutan bisnis atau Business Continuity Planning (BCP) yang kuat untuk menghadapi risiko bencana alam seperti gempa bumi dan banjir. Gedung ini dilengkapi dengan perangkat keras dan lunak canggih untuk ketahanan guncangan yang ditingkatkan.

Penggunaan dinding inti beton bertulang dan pilar perimeter baja-bertulang yang jarang ditemukan di Jakarta, dipasang khusus untuk ketahanan gempa. Generator cadangan mampu memasok daya ke seluruh gedung selama 72 jam jika tidak ada pasokan listrik eksternal, memastikan operasional bisnis tetap berjalan.

Lobi kantor ditinggikan 1,3 meter di atas permukaan tanah dan penghalang dipasang untuk melindungi properti dari intrusi air. Selain itu, ruang untuk fasilitas listrik, pembangkit listrik, dan pemanas juga ditempatkan di atas permukaan tanah, mengurangi risiko kerusakan akibat banjir. Dengan demikian, Mori Tower tidak hanya menawarkan ruang kantor yang mewah dan modern, tetapi juga keamanan dan keberlanjutan operasional bagi para penyewanya, menjadikannya pilihan ideal bagi perusahaan-perusahaan yang mengutamakan ketahanan dan keberlangsungan bisnis.

Posting Komentar untuk "Teknologi Jepang: Kilauan Mori Tower Jakarta"